ARIF TRI CAHYADI
Blog Universitas Komputer Indonesia

Meningkatkan Moral Generasi Muda Untuk Perubahan Masa Depan

Meningkatkan Moral Generasi Muda Untuk Perubahan Masa Depan
Menurunan Moral pada usia remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat.
 
1
 
              Secara Psikologis, penurunan Moral ini merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja. Seringkali di dapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungan, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri dan sebagainya.
 
              Tetapi hal seperti itu semua dapat kita atasi, ada beberapa komponen pokok yang bisa kita lakukan sebagai generasi muda untuk meningkatkan kualitas terhadap moral sebagai umat atau masyarakat khususnya peran pemuda dalam perubahan dunia yang lebih baik. Beberapa komponennya yaitu :
 
1.    Understanding Self (Mengenal Diri)
 
              Mengenal diri adalah hal yang penting dan perlu di lakukan oleh siapa saja khususnya kita sebagai pemuda bangsa. Agar kita menyadari lebih dalam tentang kepribadian diri kita. Selanjutnya, kita dapat melakukan pembenahan, yakni memperbaiki kekurangan diri dan mengoptimalkan kelebihan diri yang kita miliki. Dengan mengoptimalkan itu, kita dapat memahami tentang konsep diri kita sebagai cara pandang dan pemahaman diri dalam mengambil tindakan.
 
2.   Jujur pada Diri Sendiri
 
              Jujur pada diri Sendiri adalah perilaku yang di ikuti dengan tanggung jawab atas apa yang kita perbuat. Hanya orang yang memiliki keyakinan diri yang kuat dan berpihak kepada kebenaran saja yang dapat berbuat jujur pada diri sendiri.
 
              Orang-orang yang jujur pada diri sendiri akan menampilkan jati dirinya seperti apa adanya, bersih, lurus, serta bertanggung jawab atas ucapan dan perbuatan dan menyadari bahwa keberadaannya akan punya arti memberikan manfaat bagi orang lain, serta mengekspresikan diri secara terbuka tanpa ada kepura-pura’an atau kebohongan.
 
3.   Menjadi Pendengar yang Baik
 
              Menjadi pendengar yang baik juga merupakan hal yang penting, karena pendengar yang baik dapat membantu memperoleh informasi yang baik, menampilkan citra diri secara positif, memahami orang lain, dan memndidik diri sendiri bersikap sopan dan santun.
 
4.   Menyatu dengan yang lain
 
              Syarat utama agar seseorang dapat menyatu dengan yang lain adalah kehadirannya diterima. Ada banyak alasan yang menyebabkan seseorang di terima atau di tolak kehadirannya dalam sebuah kelompok/komunitas. Menyatu dengan orang lain bukanlah meleburkan diri pada orang lain, melainkan beradaptasi dan bertoleran agar hubungan diri dengan orang lain berlangsung dengan baik. Karena dengan menyatu dengan orang lain, menimbulkan kita pada rasa Peduli, Berbagi, dan Dapat di percaya.
 
5.   Menjadi orang yang Penting (Berorganisasi)
 
              Berorganisasi merupakan upaya untuk mengembangkan diri dalam masyarakat dan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam berinteraksi social. Menjalankan kegitan yang positif dalam sebuah organisasi merupakan bentuk nyata dari belajar bekerja sama antar kelompok. Dengan hal itu pula kehidupan kita untuk menembus masa era globalisasi dapat kita lewati dengan baik.
 
              Dengan peranan yang ideal, kita dapat meraih cita-cita kita untuk berkeinginan memperoleh hasil yang maksimal.
 
              Sebelum itu kita harus memiliki impian untuk mengedepankan moral kita sebagai generasi muda. Dengan Impian kita bisa merubah masa depan menjadi kesuksesan terhadap perdamaian dalam era globalisasi ini. Kita bertanya-tanya bagai mana kita bisa sukses untuk meraih itu semua, Menurut Albert Einstein : 95 % Sukses di tentukan oleh Hasrat, dan 5 % nya adalah sisanya. Menurut Thomas A Edison : Sukses di tentukan 90 % kemauan, jika di simpulkan bahwa sukses di tentukan oleh 95% Impian Kita. Jika Kita memiliki sebuah Impian maka Kita 95% sukses, kita sudah termasuk Pemuda yang mendamaikan dunia dalam era globalisasi, benar?” yang 5 % nya adalah yang berhubunan dengan teknis.
 
              Banyak orang-orang yang mempermasalakan tentang teknis. Latar belakang kita, latar belakang orang tua kita, latar belakang pendidikan kita, banyak orang menghabiskan waktunya untuk membicarakan yang 5%, salah besar. Impian kita terhadap masa depan kita, itu jauh lebih penting. Jika kita punya impian, tinggal ada dorongan dan itu tandanya kita akan sukses. Dan permasalahannya adalah Banyak orang-orang ingin Sukses dalam semua itu, tetapi tidak mempunyai Impian Untuk Sukses. Banyak pemuda-pemuda yang telah terjerumus mulai dari salah pergaulan, tidak mengedepankan Pendidikan, penggunaan waktu luang yang salah, bahkan sering sekali terdengar oleh kita pada pergaulan bebas di kalangan generasi muda. Impian adalah sebuah keinginan yang benar-benar kita inginkan dan terus terwujud. Dengan memiliki potensi diri yang positif, kita akan menjadi Generasi Pemuda yang sehat.
 
              Orang yang mempunyai impian itu akan terpancar dari wajahnya, karena  Impian itu adalah alasan yang kuat untuk merubah segalanya. Generasi Pemuda yang memiliki Impian, mereka itulah yang memegang perdamaian dunia untuk mengedepankan Moral yang lebih baik untuk masa depan.
 
              Bagaimana dengan sikap kita?” dengan cara bertindak, kita dapat berperan dengan hal itu semua. Ada banyak peluang yang dapat di ambil oleh generasi muda. Artinya kita harus memiliki gagasan yang kuat untuk memanfaatkan waktu yang ada. :D
 
Jadilah Generasi yang Handal Untuk Masa Depan :D
www.arif3cahyadi.blogspot.com
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 12 September 12 - 15:09 WIB
Dalam Kategori : MORAL
Dibaca sebanyak : 1342 Kali
Rating : 1 Bagus, 0 Jelek
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback